Home

Sabtu sore (1/6) secara resmi Desa Poncosari dinobatkan sebagai Desa Tangguh Bencana Utama. Sebuah gelar prestisius tingkat nasional dan satu-satunya se-Indonesia. Sebagai Desa Tangguh Bencana Utama, Poncosari dengan karakteristik geografis dan kemampuan warganya berkaitan dengan kebencanaan sudah dibahas dalam forum internasional.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, bersama tim sudah mempresentasikan Poncosari dalam konferensi penanggulangan bencana di Geneva, Swiss, beberapa waktu lalu. Hal ini sudah seharusnya menjadi kebanggan tersendiri bagi warga Poncosari.

Penobatan Desa Tangguh Bencana Kabupaten Bantul, yang juga menjadi refleksi 7 tahun gempa Jogja, berlangsung di Balai Desa Poncosari, Srandakan, Bantul. Bersama Poncosari juga ada 3 desa lain yang mendapat gelar Desa Tangguh Bencana, yaitu Desa Gadingsari Kecamatan Sanden, Desa Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro, dan Desa Wonolelo Kecamatan Pleret.

Poncosari_Desa Tangguh Bencana_simulasi gempa
- Di sela-sela acara penobatan Desa Tangguh Bencana, warga Poncosari melakukan simulasi penanganan bencana gempa bumi.

“Empat desa itu layak dikategorikan sebagai Desa Tangguh Bencana, karena mayoritas warga dinilai sudah paham tentang kebencanaan. Selain itu, di desa-desa tersebut juga sudah terbentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB),” kata Dwi Daryanto pada satu kesempatan. Hal itu juga didukung dengan potensi bencana yang cukup besar di wilayah masing-masing. Misalnya di selatan Poncosari terdapat lempeng-lempeng bumi di bawah laut yang sewaktu-waktu bisa bertumbukan, menyebabkan gempa dan tsunami.

Satu hal yang sedikit luput dari pengamatan banyak pihak adalah tentang adaptasi terhadap pemanasan global. Perubahan iklim merupakan satu bencana akibat pemanasan global yang secara nyata sudah dan sedang terjadi saat ini. Dampak pemanasan global pun dirasakan masyarakat luas termasuk mereka yang tinggal di daerah yang mendapat gelar Desa Tangguh Bencana.

Poncosari secara nyata terdampak pemanasan global. Mencairnya lapisan es di Greenland dan di Kutub menaikkan permukaan air laut. Dan saat ini abrasi sudah menggerus pesisir Pantai Kuwaru dengan begitu ganasnya.

Penyimpangan musim sudah semakin sering terjadi, dimana hujan deras sering hadir sepanjang tahun. Demikian pula lamanya musim kemarau semakin susah diprediksi yang akhirnya sangat berpotensi mendatangkan kekeringan.

Jika dirunut dari penyebab pemanasan global, Poncosari memiliki potensi yang mampu mendukung adaptasi sekaligus solusi terhadap pengurangan resiko bencana perubahan iklim. Pemanasan global disebabkan menumpuknya gas rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca tersebut berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Batubara menjadi sumber bahan bakar dasar untuk pembangkit listrik konvensional. Minyak bumi adalah bahan bakar untuk kebutuhan transportasi seluruh masyarakat dunia. Dan produksi listrik dan transportasi menyumbang hingga 84% produksi CO2 sedunia.

Kebutuhan terhadap energi listrik akan terus bertambah seiiring modernitas peradaban. Agar produksi gas rumah kaca dapat ditekan diperlukan solusi kebutuhan energi bersih. Salah satunya yang digalakkan oleh pemerintah Indonesia maupun negara-negara maju adalah penggunaan sumber energi terbarukan. Sehubungan dengan itu, Poncosari memiliki satu-satunya Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) di Indonesia yang memadukan turbin angin dan panel surya untuk memproduksi energi bersih.

Kampanye yang berkelanjutan tentang perlunya dukungan terhadap energi terbarukan sudah seharusnya dilakukan dengan aktif, terutama oleh warga Poncosari yang memiliki fasilitas energi terbarukan. Hal ini sekaligus menjadi usaha untuk mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam pemanfaatan energi terbarukan. Masyarakat sebaiknya tidak hanya menjadi konsumen tapi juga mampu memahami potensi energi terbarukan untuk mengatasi pemanasan global.

Jika mampu memahami esensi dan mengelola potensi energi terbarukan yang ada di wilayahnya, maka warga Desa Poncosari dapat berbangga karena memiliki karakteristik Desa Tangguh Bencana yang spesifik. Pengembangan energi terbarukan PLTH selanjutnya yang bisa mencakup lingkup lebih luas pun akan menciptakan citra Poncosari sebagai Desa Mandiri Energi. Dan ketika digabungkan dengan pembangunan desa yang berorientasi lingkungan akan terciptalah sebuah Desa Mandiri Berkelanjutan, sebuah prototype ideal desa masa depan.

poncosari_solar cell_wind power

- The Future is Here, Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid di Pantai Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s