Home

Energi-Baru-Suara-Baru-Nosstress-Poncosari-Srandakan

Berbeda dari malam-malam biasanya, Minggu, 28 April yang lalu kincir angin di Pantai Baru tampak terang. Sejumlah lampu sorot dengan sengaja dipasang untuk menerangi instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid tersebut. Dari kejauhan terdengar irama musik akustik yang dibawakan oleh trio minimalis asal Bali, Nosstress.

Malam itu cukup romantis untuk dilalui bersama pasangan. Tepi pantai, langit cerah, bulan hampir penuh, dan bintang-bintang mulai bermunculan. Namun mengutip sesama trio minimalis, Efek Rumah Kaca, tak selalu lagu cinta melulu untuk menemani malam seperti itu. Pun jatuh cinta itu biasa saja.

Lagu-lagu dibalut musik akustik tidak serta merta jadi mendayu-dayu malam itu. Duet gitaris Angga dan Kupit ditambah Cok si pemukul kajon – yang sesekali meniup harmonika – bersinkronisasi dengan kincir yang berputar sambil mengeluarkan desisan ketika tertiup angin sepoi-sepoi. Mereka bergantian bernyanyi dalam ketukan yang bersemangat.

Energi-Baru-Suara-Baru-Nosstress-Poncosari-April

Pertunjukan Energi Baru Suara Baru di kawasan wisata Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul berusaha menyuarakan kemampuan energi terbarukan dalam mencukupi kebutuhan listrik masyarakat. Pertunjukan ini diterangi dengan lampu yang memanfaatkan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid. Selebihnya, energi listrik yang sudah dihasilkan kincir angin dan panel surya selama sehari penuh sudah dimanfaatkan oleh seluruh warung yang berada di kawasan wisata Pantai Baru.

Rangkaian acara yang berlangsung sejak sore hari ini terselenggara berkat kolaborasi antara pemuda Karang Taruna Desa Poncosari yang tergabung dalam Kelompok Kerja Eduwisata Energi Terbarukan Poncosari dengan relawan gerakan Earth Hour Jogja. Acara dimulai pukul 16.30 sore dengan Tour Eduwisata Energi Terbarukan berkeliling Pembangkit Tenaga Hibrid dan instalasi biogas. Pengunjung terdiri dari mahasiswa, pelajar SMK, wartawan, dan masyarakat umum. Salah satu peserta adalah seorang mahasiswa berkebangsaan Kanada.

Mengawali Pertunjukan Energi Baru Suara Baru, band indie Jogja Song Before Breakfast membawakan musik pembuka. Acara utama dimulai pada malam hari pukul 19.30 dengan beberapa kata sambutan dari sejumlah tokoh masyarakat. Pertama-tama, Koordinator Earth Hour Jogja Felix Krisnugraha menyampaikan misi Earth Hour yang berusaha mendorong pemanfaatan energi terbarukan dalam lingkup yang lebih luas. Selanjutnya Ketua Kelompok Kerja Eduwisata Energi Terbarukan Nu’man Rifa’i menyampaikan kata sambutan berkaitan dengan usaha memasyarakatkan energi terbarukan dalam format wisata edukasi.

Puthut Indroyono dari Pusat Studi Ekonomi Kerayakatan (PUSTEK) Universitas Gadjah Mada menyampaikan dukungan terhadap usaha pemuda karang taruna atas usahanya untuk terlibat dalam rangka memasyarakatkan energi terbarukan dan mendorong berkembangnya aktivitas ekonomi kerakyatan berbasis wisata edukasi. PUSTEK UGM merupakan pembina Kelompok Kerja Eduwisata Energi Terbarukan Poncosari.

Acara seremonial diselingi oleh pentas Tari Golek Surung Dayung oleh siswa SMK Binawiyata Srandakan. Sebagai penutup masa kampanye 60 hari Earth Hour, pementasan kesenian daerah dalam Pertunjukan Energi Baru Suara Baru merupakan perwujudan tema kampanye tahun ini yaitu 100% Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan sambutan oleh Camat Srandakan Dra. Suratini yang menyampaikan semangat untuk cinta lingkungan dan “go green”. “Meskipun pertunjukan tidak sepenuhnya memanfaatkan listrik dari PLTH yang merupakan energi bersih, semangat untuk tetap menyuarakan energi terbarukan tidak boleh berkurang,” kata Suratini. Konsumsi listrik yang tinggi menjadi bukti bahwa energi listrik terbarukan sudah benar-benar dimanfaatkan masyarakat sekitar, yaitu untuk mencukupi kebutuhan warung-warung yang secara langsung juga mendukung aktivitas perekonomian. Dalam kesempatan ini, Ibu Camat juga menyerahkan kantong plastik tempat sampah kepada panitia sebagai simbol semangat untuk menjaga kebersihan.

Acara resmi dibuka oleh Bapak Supriyanto, Staf Ahli Bupati Bantul dengan menandatangani Dinding Dukungan untuk Energi Terbarukan bersama Dra. Suratini dan anggota DPRD Bantul Sri Murtinah. Bapak Supriyanto juga berpesan pada pemuda karang taruna, “Jangan menjadi penonton di rumah sendiri. Jadilah pemain!” Ini juga menjadi himbauan untuk pemuda agar memahami potensi wilayah serta berperan aktif demi kemajuan kampung halaman. Secara tidak langsung, pernyataan Supriyanto menjadi pemacu semangat bagi Pokja Eduwisata Energi Terbarukan dalam mengembangkan potensi wisata energi terbarukan.

Setelah penandatanganan Dinding Dukungan untuk Energi Terbarukan oleh perwakilan instansi pemerintahan yang juga dilanjutkan oleh pengunjung, Nosstress tampil di panggung Energi Baru Suara Baru. Di sela-sela membawakan lagu Tunda, Bersama Kita, Hiruk Pikuk Denpasar, dll. Nosstress menyampaikan kebanggaan mereka akan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid yang sudah dimanfaatkan masyarakat dan menjadi referensi masyarakat dari seluruh Indonesia, khususnya daerah pelosok, untuk pengembangan energi listrik terbarukan. Selain tampil sebagai musisi, Nosstress juga membuat rekaman dokumenter tentang energi terbarukan dan tentang usaha memasyarakatkan energi terbarukan di lingkup Desa Poncosari. “Bali harus tahu bahwa pariwisata Jogja pun sudah memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” kata Man Angga, vokalis sekaligus gitaris Nosstress.

Dalam lagu “Hiruk Pikuk Denpasar” Nosstress menyampaikan bahwa saat ini sebagian orang menganggap matahari bukan lagi sahabat. Namun dalam Pertunjukan Energi Baru Suara Baru ini, mereka ingin menunjukkan, meski pendapat mereka termasuk “perspektif bodoh” bagi sebagian orang, tak bisa dimungkiri bahwa matahari adalah salah satu sumber andalan energi bersih masa depan.

Energi-Baru-Suara-Baru-SMK-Binawiyata

Song-Before-Breakfast-Energi-Baru-Suara-Baru-Poncosari

3 thoughts on “Alunan Nada Suarakan Energi Bersih Untuk Masa Depan

  1. Pingback: Konser Musik “Energi Baru, Suara Baru” | PHKI UGM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s